Program Homecare Jember Dapat Apresiasi Dekan FK UNEJ, Layani Pemeriksaan dan Telemedicine Gratis ke Rumah

Jember, Program pelayanan kesehatan Homecare yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, mulai masyarakat penerima manfaat hingga akademisi di bidang kesehatan.

Program ini dinilai menjadi inovasi pelayanan kesehatan yang memudahkan masyarakat memperoleh layanan medis tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jember (UNEJ), dr. Ulfa Elfiah, menyebut Homecare sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Jember yang sejalan dengan kebijakan nasional di sektor kesehatan.

Menurutnya, program tersebut mendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Homecare menjadi bentuk inovasi pelayanan kesehatan yang menghadirkan tenaga medis langsung ke rumah warga sehingga pelayanan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Pemeriksaan Kesehatan Lengkap di Rumah

Melalui program Homecare, tenaga kesehatan mendatangi rumah warga untuk memberikan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dasar. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan tekanan darah, serta pemeriksaan laboratorium sederhana seperti kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Tidak hanya itu, masyarakat juga memperoleh layanan konsultasi kesehatan secara gratis melalui sistem telemedicine.

Layanan ini memungkinkan pasien berkonsultasi mengenai hasil pemeriksaan maupun kondisi penyakit yang diderita. Berdasarkan hasil konsultasi tersebut, tenaga kesehatan dapat menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk memberikan rujukan ke puskesmas atau rumah sakit apabila diperlukan.

Prioritaskan Kelompok Rentan

Program Homecare diprioritaskan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan, baik karena faktor geografis maupun kondisi sosial ekonomi.

Kelompok penerima manfaat meliputi:

  • Lansia yang hidup sendiri atau terlantar tanpa pendamping keluarga.
  • Anak yang mengalami stunting, termasuk stunting dengan penyakit penyerta atau cacat bawaan.
  • Ibu hamil dengan risiko tinggi.
  • Penderita penyakit kronis.
Baca juga  Awal Tahun 2026, SKB Ajak Anak Yatim dan Beri Santunan

Menurut dr. Ulfa, sasaran tersebut dipilih agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan pendampingan medis secara berkelanjutan.

Data Terintegrasi dengan Rekam Medis Elektronik

Seluruh hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas di lapangan akan langsung diintegrasikan ke dalam Sistem Rekam Medis Elektronik (RME) di puskesmas setempat.

Integrasi data tersebut diharapkan mempermudah pemerintah dalam memetakan kondisi kesehatan masyarakat secara lebih akurat sekaligus menjadi dasar penyusunan program promotif dan preventif yang tepat sasaran.

Selain mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, langkah ini juga sejalan dengan upaya BPJS Kesehatan dalam memperkuat pencegahan penyakit melalui deteksi dini dan pengelolaan data kesehatan masyarakat.

Dengan sistem pelayanan yang terintegrasi dan berbasis data, Pemerintah Kabupaten Jember berharap Program Homecare mampu menjadi model pelayanan kesehatan masyarakat yang dapat dikembangkan di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun secara nasional.

Trending
Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini