Gus Fawait Ungkap Alasan Lain di Balik Program Homecare Jember

JEMBER – Program Homecare yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember tak hanya bertujuan mendekatkan akses layanan kesehatan gratis kepada masyarakat. Di balik program tersebut, terdapat strategi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan keberadaan tenaga kesehatan yang dinilai berlebih di lingkungan Pemkab Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait mengungkapkan, terdapat lebih dari 1.200 tenaga kesehatan yang saat ini tercatat sebagai kelebihan tenaga. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam menjalankan program Homecare.

Hal itu disampaikan Gus Fawait saat memberikan sambutan dalam latihan bersama Tajemtra 2026 di halaman Kantor PU BM SDA, Kamis (7/8/2026). Di hadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Jember, ia menjelaskan kondisi tenaga kesehatan sekaligus alasan pengembangan layanan kesehatan berbasis jemput bola tersebut.

“Di sektor kesehatan ada 1.200 lebih kelebihan nakes. Kemarin Pak Wamenkes datang ke Bangsalsari, ditanya berapa nakes di Puskesmas sini, ada 84. Kaget dia,” ujar Gus Fawait.

Menurutnya, jumlah tenaga kesehatan tersebut perlu dioptimalkan melalui penugasan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia khawatir status kelebihan tenaga dapat berdampak terhadap keberlanjutan karier sebagian nakes apabila nantinya terdapat kebijakan pengangkatan aparatur.

“Kalau kita biarkan 1.200 nakes ini, saya khawatir kalau ada pengangkatan dari PPPK ke PNS atau PPPK Paruh Waktu ke PPPK, saya khawatir yang 1.200 ini tidak terangkat karena bahasanya ‘kelebihan’,” katanya.

Karena itu, Pemkab Jember menghadirkan Homecare sebagai salah satu solusi untuk mengoptimalkan tenaga kesehatan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Supaya tidak ada kata ‘kelebihan’, maka ada program Homecare,” tegas Gus Fawait.

Layani Warga dengan Sistem Jemput Bola

Program Homecare Jember dirancang dengan konsep pelayanan kesehatan jemput bola. Tenaga kesehatan mendatangi langsung warga yang membutuhkan layanan, khususnya masyarakat miskin yang mengalami keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan.

Baca juga  Pemkab Jember dan Kementerian Kehutanan Teken Master Plan IAD 2026–2030, Perkuat Perhutanan Sosial untuk Pengentasan Kemiskinan

Layanan tersebut mencakup perawatan, pengobatan, hingga pemantauan kondisi kesehatan masyarakat. Sasaran utamanya adalah warga yang berada di wilayah terpencil dan pelosok Kabupaten Jember.

Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak selalu harus datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan layanan. Pemerintah daerah berupaya menghadirkan pelayanan hingga lebih dekat dengan tempat tinggal warga.

Program Homecare Jember bahkan mendapat perhatian dari tingkat nasional. Kementerian Kesehatan, Ombudsman, serta Gus Khozin yang merupakan anggota DPR RI Komisi II disebut akan menjadikan program tersebut sebagai pilot project untuk dikembangkan di daerah lain.

Dengan demikian, Homecare Jember memiliki dua fungsi utama. Pertama, memperluas akses pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Kedua, mengoptimalkan keberadaan tenaga kesehatan di lingkungan Pemkab Jember agar dapat memberikan pelayanan secara lebih luas.

Pemkab Jember Klaim Tak Pangkas TPP ASN

Perhatian Pemkab Jember terhadap aparatur juga terlihat melalui sejumlah kebijakan lainnya. Gus Fawait menyebut Jember menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang tidak melakukan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pada 2026.

Pemkab Jember juga memastikan perpanjangan kontrak bagi PPPK dan PPPK Paruh Waktu sebagai bentuk keberlanjutan pengabdian para tenaga aparatur di lingkungan pemerintah daerah.

Atas berbagai kebijakan tersebut, Gus Fawait meminta para ASN, termasuk tenaga kesehatan, memberikan kinerja optimal dan mendukung berbagai program pemerintah daerah.

Menurutnya, keberadaan aparatur harus dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, tenaga kesehatan yang tersedia di lingkungan Pemkab Jember perlu ditempatkan secara optimal agar pelayanan publik semakin luas dan efektif.

Program Homecare kini tidak hanya menjadi inovasi pelayanan kesehatan, tetapi juga bagian dari strategi Pemkab Jember dalam mengoptimalkan sumber daya aparatur.

Baca juga  Program Homecare Jember Dapat Apresiasi Dekan FK UNEJ, Layani Pemeriksaan dan Telemedicine Gratis ke Rumah

Dengan konsep jemput bola dan dukungan tenaga kesehatan yang tersedia, program tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat sekaligus membuka ruang pengabdian yang lebih luas bagi para tenaga kesehatan di Kabupaten Jember.

Trending
Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini