Gapoktan Semboro Terima Combine Harvester dari Kementan, Percepat Mekanisasi Pertanian

JEMBER – Upaya mempercepat swasembada pangan nasional terus didorong hingga tingkat daerah. Di Kabupaten Jember, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Semboro, Kecamatan Semboro, menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa combine harvester dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Bantuan mesin pemanen padi tersebut diterima langsung oleh Ketua Gapoktan Desa Semboro. Alsintan itu nantinya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan sembilan kelompok tani yang berada di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Pertanian Dinas TPHP Kabupaten Jember, Moch. Kosim, S.TP., M.P., mengatakan penyaluran combine harvester merupakan bagian dari program pemerintah untuk mempercepat mekanisasi pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani.

“Sampai hari ini, Rabu (20/8/2026), jumlah bantuan combine harvester yang sudah kami distribusikan mencapai 16 unit. Harapan kami, bantuan ini dapat secara nyata mendukung kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan target swasembada pangan,” ujar Kosim.

16 Unit Combine Harvester Telah Disalurkan

Menurut Kosim, bantuan alsintan dari pemerintah pusat diberikan secara bertahap dan mencakup berbagai kebutuhan dalam proses produksi pertanian, mulai dari pra-panen hingga pascapanen.

Pada tahap pra-panen, bantuan yang diberikan antara lain berupa traktor, cultivator, hingga alat penyemprot atau sprayer. Sementara pada tahap pascapanen, pemerintah menyalurkan combine harvester untuk membantu proses pemanenan padi.

Penggunaan teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap proses panen secara manual yang membutuhkan waktu lebih lama.

Kosim menjelaskan, penggunaan combine harvester dapat memangkas waktu panen secara signifikan. Jika sebelumnya proses panen satu hektare lahan membutuhkan waktu hingga tiga hari, dengan mesin pemanen tersebut pekerjaan bisa diselesaikan hanya dalam hitungan beberapa jam.

“Kalau sebelumnya panen satu hektare membutuhkan waktu tiga hari, maka dengan combine ini hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja,” jelasnya.

Baca juga  Pesta Siaga 2026 di Kalisat Diikuti 1.000 Pramuka, Jadi Wadah Belajar dan Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini

Selain mempercepat proses panen, mekanisasi juga diharapkan mampu menekan kehilangan hasil atau losses. Dengan demikian, hasil produksi petani dapat lebih optimal dan tidak banyak terbuang selama proses pemanenan.

Bantuan Alsintan Harus Dimanfaatkan Bersama

Kosim berharap keberadaan combine harvester di Desa Semboro tidak hanya memberikan manfaat bagi satu kelompok tani, tetapi dapat digunakan secara optimal untuk mendukung seluruh anggota Gapoktan.

Pemanfaatan alat secara bersama dinilai penting agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Di sisi lain, Dinas TPHP Jember juga menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara transparan. Pemerintah daerah berkomitmen mengawal distribusi alsintan agar tidak disertai pungutan dalam bentuk apa pun.

“Pesan dan harapan kami kepada para petani agar alat ini dimanfaatkan semaksimal mungkin demi kesejahteraan bersama. Kami membawa marwah Kementan untuk menghindari praktik KKN, termasuk melarang keras adanya segala bentuk pungutan dalam proses pendistribusian alsintan ini,” tegas Kosim.

Dengan tambahan combine harvester tersebut, mekanisasi pertanian di Kabupaten Jember diharapkan semakin berkembang. Pemerintah juga berharap dukungan alat pertanian modern dapat mempercepat proses produksi sekaligus memperkuat kemampuan petani dalam mendukung target swasembada pangan nasional.

Trending
Berita terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini